Paser (Madrasah) – MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan Pretest Diagnostik bagi seluruh murid baru kelas X pada Senin (20/7/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari program rutin Bidang Akademik ini bertujuan untuk memetakan kemampuan awal peserta didik sebagai dasar dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar masing-masing murid. Pelaksanaan pretest berlangsung secara serentak di lima lokasi, yaitu Laboratorium Komputer, Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia, Laboratorium Biologi, dan Perpustakaan.
Pelaksanaan kegiatan mendapat pemantauan langsung dari Kepala MAN Insan Cendekia Paser, Muhammad Nur, yang meninjau seluruh ruang pelaksanaan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pretest diagnostik merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas.
"Melalui pretest diagnostik, madrasah memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan awal setiap murid. Hasilnya akan menjadi dasar bagi guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat, sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih efektif dan mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik secara optimal," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik sekaligus ketua pelaksana, Rani Nur Arifah A.F., menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda akademik yang dilaksanakan setiap tahun bagi murid baru. Menurutnya, pemetaan kemampuan awal sangat penting untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang adaptif dan berdiferensiasi.
"Pretest diagnostik bukan sekadar mengukur capaian akademik awal, tetapi juga menjadi acuan bagi guru dalam mengenali karakteristik belajar murid. Dengan demikian, proses pembelajaran yang dirancang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar murid secara lebih optimal," jelasnya.
Melalui pelaksanaan Pretest Diagnostik ini, MAN Insan Cendekia Paser kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, terukur, dan berorientasi pada perkembangan potensi murid. Hasil pretest akan menjadi bahan analisis bagi guru dalam menyusun program pembelajaran selama tahun pelajaran 2026/2027, sehingga setiap murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif, bermakna, dan sesuai dengan kemampuan awal yang dimilikinya. (rnaf)
Pelaksanaan kegiatan mendapat pemantauan langsung dari Kepala MAN Insan Cendekia Paser, Muhammad Nur, yang meninjau seluruh ruang pelaksanaan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pretest diagnostik merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas.
"Melalui pretest diagnostik, madrasah memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan awal setiap murid. Hasilnya akan menjadi dasar bagi guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat, sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih efektif dan mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik secara optimal," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik sekaligus ketua pelaksana, Rani Nur Arifah A.F., menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda akademik yang dilaksanakan setiap tahun bagi murid baru. Menurutnya, pemetaan kemampuan awal sangat penting untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang adaptif dan berdiferensiasi.
"Pretest diagnostik bukan sekadar mengukur capaian akademik awal, tetapi juga menjadi acuan bagi guru dalam mengenali karakteristik belajar murid. Dengan demikian, proses pembelajaran yang dirancang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar murid secara lebih optimal," jelasnya.
Melalui pelaksanaan Pretest Diagnostik ini, MAN Insan Cendekia Paser kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, terukur, dan berorientasi pada perkembangan potensi murid. Hasil pretest akan menjadi bahan analisis bagi guru dalam menyusun program pembelajaran selama tahun pelajaran 2026/2027, sehingga setiap murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif, bermakna, dan sesuai dengan kemampuan awal yang dimilikinya. (rnaf)