Murid MAN IC Paser Wakili Indonesia di Ajang Internasional Studyxchange Action Abroad

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) — Semangat untuk terus belajar dan keberanian mengambil kesempatan membawa salah satu murid MAN Insan Cendekia Paser, Qonita Fatimah Jafla, melangkah ke panggung internasional. Murid kelas XI-2 tersebut dijadwalkan mewakili Indonesia dalam Studyxchange Action Abroad #12 yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada 8-12 Agustus 2026.

Keikutsertaan Qonita dalam program internasional ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikannya. Lebih dari sekadar kesempatan mengikuti kegiatan di luar negeri, program tersebut menjadi ruang bagi Qonita untuk memperluas wawasan, mengenal perspektif baru, membangun jejaring, serta mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.

Antusiasme Qonita dalam belajar dan mengikuti berbagai kesempatan pengembangan diri menjadi hal yang mendapat apresiasi. Semangat untuk mencoba pengalaman baru menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk kemandirian, kepercayaan diri, dan keberanian menghadapi tantangan.

Kepala MAN IC Paser, H. Muhammad Nur, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diraih Qonita. Menurutnya, pengalaman internasional merupakan bagian penting dari proses pendidikan karena dapat memperluas wawasan sekaligus membentuk karakter murid.

 “Kami sangat mengapresiasi semangat Qonita untuk terus belajar dan berani mengambil kesempatan seperti ini. Bagi kami, keberhasilan seorang murid bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan berani keluar dari zona nyaman. Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan wawasan baru bagi Qonita sekaligus menjadi inspirasi bagi murid-murid MAN IC Paser lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MAN IC Paser, Dimas Hadiarto, turut menyampaikan apresiasi atas semangat Qonita dalam mengikuti kesempatan tersebut. Menurutnya, antusiasme belajar yang tinggi merupakan modal penting bagi seorang murid untuk terus berkembang, terlebih ketika mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi Qonita karena memiliki antusiasme yang tinggi untuk belajar. Apalagi, semangat tersebut mendapat dukungan penuh dari orang tua. Menurut saya, ketika seorang murid memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang, kemudian mendapatkan dukungan dari keluarga, itu menjadi modal yang sangat baik untuk meraih pengalaman dan prestasi yang lebih luas,” ujar Dimas.

Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan Qonita menuju Bangkok. Kepercayaan dan dukungan penuh dari kedua orang tua memberikan ruang bagi Qonita untuk terus mengeksplorasi pengalaman positif, belajar dari lingkungan baru, dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Bagi MAN IC Paser, langkah Qonita bukan hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga menjadi gambaran bahwa kesempatan belajar dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ketika semangat belajar bertemu dengan keberanian mengambil peluang serta dukungan dari keluarga dan madrasah, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi masa depan murid.

Keikutsertaan Qonita juga diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individual. Pengalaman dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada teman-teman di madrasah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Langkah Qonita menjadi pesan bahwa prestasi dapat tumbuh dari rasa ingin tahu, keberanian mencoba, kemauan untuk belajar, serta dukungan orang-orang yang percaya pada potensi seorang murid.

MAN IC Paser memberikan apresiasi dan dukungan atas langkah Qonita membawa nama Indonesia di kancah internasional. Semoga pengalaman di Bangkok menjadi perjalanan yang memperkaya wawasan, memperkuat karakter, dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus belajar, mandiri, dan berprestasi.(mrm)
Kembali