MAN IC Paser Mantapkan Persiapan Wawancara Penilaian Nasional ZI

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) — MAN Insan Cendekia Paser terus memantapkan langkah menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Memasuki persiapan tahap Wawancara Penilaian Nasional Pembangunan Zona Integritas, MAN IC Paser mengikuti kegiatan penguatan dan koordinasi bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MAN IC Paser untuk memastikan kesiapan seluruh unsur madrasah menghadapi tahapan penilaian nasional. Penguatan tidak hanya diarahkan pada kesiapan administratif, tetapi juga pada pemahaman terhadap implementasi program, perubahan yang telah dilakukan, serta inovasi yang mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan madrasah.

Kepala MAN IC Paser, H. Muhammad Nur menegaskan bahwa madrasah siap terus melakukan pembenahan dan penguatan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi tahapan penilaian, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola dan budaya kerja yang semakin baik.

“Kami siap terus berbenah, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas layanan. Insyaallah, dengan komitmen bersama, MAN IC Paser siap melangkah menuju predikat WBK,” tegasnya.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi sekaligus penguatan dari Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, H. Sabransyah. Mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar MAN IC Paser atas komitmen dan kerja keras yang telah dilakukan dalam membangun Zona Integritas.

“Kami mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar MAN IC Paser atas komitmen dan kerja kerasnya dalam membangun Zona Integritas. Insyaallah, minggu depan kita akan memasuki tahap wawancara penilaian oleh Tim Penilai Nasional terhadap pelaksanaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi,” ungkapnya.

H. Sabransyah juga menyampaikan bahwa berdasarkan catatan kesepakatan, rekomendasi, dan rencana aksi tindak lanjut hasil evaluasi Inspektorat Jenderal Kementerian Agama yang telah melakukan visitasi terkait penilaian Zona Integritas di MAN IC Paser, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Menurutnya, terdapat sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni komitmen pimpinan, konsistensi budaya kerja, pembiasaan integritas, dan kolaborasi seluruh stakeholder madrasah.

Komitmen pimpinan, lanjutnya, perlu terus dijaga agar budaya kerja yang telah dibangun dan dilaksanakan selama satu hingga dua tahun terakhir dapat terus dikembangkan. Sementara itu, integritas harus dibangun menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan satuan kerja.

“Integritas harus dijadikan kebiasaan sehari-hari di unit satuan kerja. Dan yang terakhir adalah kolaborasi. Semua yang ada di MAN IC Paser harus bersatu padu jika ingin menyandang predikat WBK,” tegas H. Sabransyah.

Ia menekankan bahwa predikat WBK tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan satu atau dua pihak. Keberhasilan pembangunan Zona Integritas membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang ada di madrasah.

“Tidak bisa hanya mengandalkan kehebatan kepala madrasah, tidak bisa hanya kehebatan komite. Semua stakeholder yang ada di madrasah harus bersatu padu untuk meraih predikat WBK. Semua stakeholder yang ada di madrasah harus mencerminkan bahwa mereka sedang menjalankan Zona Integritas,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi MAN IC Paser untuk memastikan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada pemenuhan dokumen maupun tahapan penilaian. Nilai-nilai integritas harus tercermin dalam sikap, perilaku, kedisiplinan, kualitas pelayanan, serta pelaksanaan tugas setiap individu di lingkungan madrasah.

Pembangunan Zona Integritas di MAN IC Paser sendiri merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan tata kelola lembaga yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan seluruh unsur madrasah dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Sinergi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan MAN IC Paser menghadapi tahapan penilaian nasional. Melalui koordinasi dan penguatan yang dilakukan, madrasah terus memastikan setiap program, perubahan, dan inovasi yang telah dilaksanakan dapat dipahami serta diimplementasikan secara konsisten.

Dengan persiapan yang semakin matang, MAN IC Paser siap menghadapi tahap Wawancara Penilaian Nasional dengan semangat berbenah, berintegritas, dan berkolaborasi. Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan MAN IC Paser untuk mewujudkan tata kelola madrasah yang semakin profesional sekaligus melanjutkan langkah menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). (nan)
Kembali