MAN IC Paser Ikuti Wawancara Evaluasi PMPZI Bersama TPN KemenPANRB

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Paser (Madrasah) — MAN Insan Cendekia (MAN IC) Paser terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola madrasah yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui tahapan Wawancara Evaluasi Zona Integritas dalam rangka Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) yang dilaksanakan bersama Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kamis (13/8/2026).

Kegiatan berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Ruang VIP, Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN IC Paser. Wawancara menjadi salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan bersama tim kerja Zona Integritas MAN IC Paser memaparkan berbagai program, inovasi layanan, capaian kinerja, serta langkah-langkah penguatan pengawasan dan pencegahan korupsi yang telah dibangun di lingkungan madrasah.

Proses wawancara tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai eviden dan capaian, tetapi juga menjadi momentum bagi MAN IC Paser untuk menunjukkan bahwa pembangunan Zona Integritas telah diarahkan menjadi bagian dari budaya kerja dan peningkatan kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Tim Penilai Nasional KemenPANRB yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Akbar Ferdiansyah dan Awan. Tim memberikan ruang bagi jajaran MAN IC Paser untuk menjelaskan implementasi berbagai program dan praktik baik yang telah dilakukan dalam mendukung pembangunan Zona Integritas.

Dalam penyampaiannya pada akhir kegiatan, Kepala MAN IC Paser, H. Muhammad Nur, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada MAN IC Paser untuk mengikuti proses evaluasi tersebut.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi kami dari ujung selatan Kalimantan Timur. Kami bergerak step by step untuk memastikan diri memberikan layanan terbaik untuk pendidikan yang dikelola Kementerian Agama,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai madrasah unggulan nasional, MAN IC Paser memiliki tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan praktik-praktik baik yang memberikan dampak positif, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi bagi berbagai pihak.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim Zona Integritas yang telah bekerja secara konsisten, baik pada jam dinas maupun di luar jam dinas.

“Saya melihat sendiri bagaimana tim bekerja siang malam. Kami berterima kasih kepada semua tim hebat. Kami bukanlah Superman, tetapi kami meyakinkan diri bahwa kami adalah "Superteam” tegasnya.

M. Nur menambahkan, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan eviden, tetapi lebih jauh harus diwujudkan melalui sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan dalam membangun habituasi pelayanan yang prima dan berintegritas.

“Semua ini bisa terjadi karena adanya prinsip sinergitas, kolaborasi, dan kebersamaan yang bukan hanya untuk mewujudkan eviden, tetapi juga untuk membangun habituasi pelayanan prima yang berintegritas,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan menjadi bagian dari proses menuju predikat Zona Integritas menuju WBK.

Sementara itu, mewakili Tim Penilai Nasional KemenPANRB, Akbar Ferdiansyah menyampaikan apresiasi atas proses diskusi yang telah berlangsung. Ia berharap berbagai program dan inovasi yang telah dibangun MAN IC Paser dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Diharapkan bahwa program-program yang sudah dibangun di MAN IC ini bukan hanya untuk sekadar proses kontestasi ini saja, tetapi memang merupakan suatu proses perbaikan alami dan murni yang dilakukan MAN IC Paser,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan Zona Integritas pada hakikatnya bukan sekadar upaya meraih sebuah predikat, melainkan proses berkelanjutan untuk membangun tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin baik.

Menutup kegiatan, Kepala MAN IC Paser menyampaikan terima kasih kepada Tim Penilai Nasional atas kesempatan, arahan, dan proses evaluasi yang telah diberikan.

“Terima kasih Bapak dan semua Tim TPN atas kesempatan ini. Mudah-mudahan kita mendapatkan rida dan menjadi pahala, menjadi amal ibadah yang mengalir hingga menjadi amal jariyah,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya tahapan wawancara evaluasi ini, MAN IC Paser akan terus menjaga semangat perbaikan dan memastikan berbagai inovasi yang telah dibangun tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi menjadi budaya kerja yang terus tumbuh dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. (nan)
Kembali