MAN IC Paser Gas Pol! Bidik Lulusan Tembus Beasiswa Dunia Lewat Penguatan Bahasa & Teknologi

By. Admin Humas in Madrasah

Card image cap
Pekalongan (Madrasah) — MAN Insan Cendekia Paser terus memperkuat langkah dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Penguatan kemampuan bahasa Inggris, literasi teknologi, serta akses terhadap informasi beasiswa menjadi perhatian penting dalam pengembangan program madrasah ke depan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Penguatan GTK Madrasah yang berlangsung di MAN Insan Cendekia Pekalongan, Rabu malam, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad MAN Insan Cendekia se-Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur bersama Ketua Komite, Andy Sugara dan Waka Humas, Tino Wahyu mengikuti paparan yang membahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan MAN IC, transformasi pembelajaran, serta peluang beasiswa pendidikan tinggi yang dapat dimanfaatkan lulusan madrasah.

Paparan selama 40 menit itu membedah 3 isu besar: masa depan MAN IC, transformasi pembelajaran, dan "kunci emas" beasiswa Kementerian Agama.

Pertama, MAN IC Diproyeksikan Jadi "Pabrik" Pemimpin & Saintis

MAN IC tidak lagi diposisikan sebagai madrasah biasa. Targetnya jelas: mencetak lulusan yang kuat sains, religius, berkarakter, jago bahasa, dan punya jiwa pemimpin.

"MAN IC harus jadi model yang bisa bersaing dengan sekolah terbaik di Indonesia. Ekosistem asrama juga harus direvitalisasi jadi tempat tempa karakter dan kemandirian," demikian poin utama dalam paparan.

Kedua, PR Besar: Bahasa Inggris & Literasi Teknologi

Ini yang paling disorot. Salah satu ganjalan terbesar murid madrasah saat daftar beasiswa ke luar negeri adalah TOEFL/IELTS.

Solusinya: MAN IC Paser diminta segera menggenjot program bahasa Inggris dan literasi teknologi untuk guru maupun murid. Ditambah latihan tes skolastik, wawancara, sampai kemampuan "menjual gagasan".

Ketiga, Karpet Merah Beasiswa Kemenag Dibuka Lebar

Kemenag menyiapkan banyak beasiswa. Mulai dari Beasiswa Unggulan Keagamaan, Santri Berprestasi, Magister, Doktor, Double Degree, sampai bantuan S2/S3.

Yang menariknya, jurusannya tidak hanya jurusan agama. Murid madrasah boleh ambil Teknik, Kedokteran, Ekonomi, hingga Sains di kampus dalam dan luar negeri. Cakupannya pun lengkap: biaya kuliah, biaya hidup, buku, asuransi, sampai dana seminar internasional.

Dukungan terhadap program ini datang langsung dari unsur komite dan humas madrasah.

Ketua Komite MAN IC Paser, Andy Sugara, menegaskan pihaknya siap mengawal dan mendukung anggaran serta program-program strategis madrasah.

"Kami dari komite berkomitmen penuh mendukung langkah MAN IC Paser. Ini bukan hanya soal prestasi akademik, tapi juga masa depan anak-anak kita agar bisa bersaing dan membawa nama baik Paser di tingkat nasional bahkan internasional. Kami akan dorong orang tua dan masyarakat ikut terlibat," ujar Andy.

Senada, Waka Bidang Humas Tino Wahyu menyebut pihaknya akan memaksimalkan publikasi dan jejaring agar informasi beasiswa dan prestasi MAN IC Paser menjangkau lebih luas.

"Tugas kami memastikan kabar baik ini sampai ke masyarakat. Kami akan bangun komunikasi aktif dengan perguruan tinggi, media, dan alumni. Tujuannya satu: agar masyarakat tahu MAN IC Paser siap melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tapi juga siap pakai di era global," kata Tino.

Langkah Nyata MAN IC Paser, Usai desiminasi, 3 langkah langsung digariskan:
  1. Genjot Bahasa: Kelas intensif TOEFL/IELTS untuk murid.
  2. Bangun Jejaring: Jalin kerja sama dengan PTKI, kampus umum, dan pengelola beasiswa.
  3. Pertukaran Guru: Diseminasi praktik baik antar MAN IC se-Indonesia.
Kepala Madrasah, M. Nur menutup dengan menegaskan komitmennya menjadikan MAN IC Paser sebagai madrasah yang tidak hanya pintar, tapi juga siap bersaing global.

"Kita ingin anak-anak Paser tidak hanya kuliah, tapi kuliah dengan beasiswa dan pulang jadi penggerak," ujarnya. (twh)
Kembali