Paser (Madrasah) – Upaya MAN Insan Cendekia Paser menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) memasuki tahap krusial. Setelah rangkaian pembinaan internal, tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI turun langsung untuk melakukan evaluasi lapangan penguatan Zona Integritas (ZI).
Dalam visitasi tersebut, tim Itjen Kemenag RI meninjau secara menyeluruh standar pelayanan, sarana prasarana, dan kesesuaian mekanisme kerja di madrasah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keselarasan antara dokumen administratif dengan kondisi di lapangan, sekaligus memverifikasi catatan-catatan progres pembangunan ZI sebelumnya.
Selain mengecek bukti dukung, tim Itjen juga memberikan masukan strategis terkait inovasi layanan dan penguatan budaya kerja. Fokusnya pada 6 area perubahan: manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Tim Penguatan ZI MAN IC Paser mendampingi penuh proses visitasi. Setiap catatan dan rekomendasi dicatat detail untuk segera ditindaklanjuti.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur menyambut baik hasil evaluasi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran, evaluasi, serta masukan konstruktif yang diberikan langsung oleh tim Itjen Kemenag RI di lapangan. Semua ini menjadi acuan penting bagi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen madrasah untuk merespons cepat. “Seluruh tim ZI MAN IC Paser berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan berbagai catatan serta masukan tersebut dengan cepat dan cermat, agar perwujudan birokrasi yang bersih dan melayani benar-benar terealisasi,” tegasnya.
Bersamaan dengan evaluasi Itjen, MAN IC Paser kini juga mempersiapkan diri menghadapi tahap penilaian oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Beberapa langkah yang tengah dimatangkan tim ZI antara lain:
Dalam visitasi tersebut, tim Itjen Kemenag RI meninjau secara menyeluruh standar pelayanan, sarana prasarana, dan kesesuaian mekanisme kerja di madrasah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keselarasan antara dokumen administratif dengan kondisi di lapangan, sekaligus memverifikasi catatan-catatan progres pembangunan ZI sebelumnya.
Selain mengecek bukti dukung, tim Itjen juga memberikan masukan strategis terkait inovasi layanan dan penguatan budaya kerja. Fokusnya pada 6 area perubahan: manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Tim Penguatan ZI MAN IC Paser mendampingi penuh proses visitasi. Setiap catatan dan rekomendasi dicatat detail untuk segera ditindaklanjuti.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur menyambut baik hasil evaluasi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran, evaluasi, serta masukan konstruktif yang diberikan langsung oleh tim Itjen Kemenag RI di lapangan. Semua ini menjadi acuan penting bagi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen madrasah untuk merespons cepat. “Seluruh tim ZI MAN IC Paser berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan berbagai catatan serta masukan tersebut dengan cepat dan cermat, agar perwujudan birokrasi yang bersih dan melayani benar-benar terealisasi,” tegasnya.
Bersamaan dengan evaluasi Itjen, MAN IC Paser kini juga mempersiapkan diri menghadapi tahap penilaian oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Beberapa langkah yang tengah dimatangkan tim ZI antara lain:
- Perapihan eviden dan data dukung: Memastikan seluruh dokumen 6 area perubahan sudah lengkap, tervalidasi, dan mudah diakses saat penilaian.
- Pemutakhiran inovasi layanan: Menyesuaikan program unggulan madrasah dengan indikator terbaru dari Menpan RB.
- Simulasi presentasi dan desk evaluasi: Melatih tim inti untuk memaparkan capaian, dampak, dan keberlanjutan program ZI di hadapan TPN.
- Penguatan komitmen seluruh warga madrasah: Dari pimpinan hingga tenaga kependidikan dilibatkan agar budaya integritas berjalan konsisten.
“Evaluasi dari Itjen ini menjadi pemantik terakhir sebelum kami masuk penilaian TPN. Kami jadikan catatan hari ini sebagai checklist perbaikan agar saat dinilai tim nasional, MAN IC Paser sudah benar-benar siap,” tambah Kepala MAN IC Paser.
Dengan evaluasi lapangan yang komprehensif dari Itjen dan persiapan penilaian TPN Menpan RB yang terus dikebut, MAN IC Paser optimistis dapat menyempurnakan area yang masih perlu peningkatan. Targetnya jelas: meraih predikat WBK dan WBBM sebagai bentuk nyata madrasah yang melayani dengan integritas. (mrm)