Paser (Madrasah) — Dalam upaya membuka wawasan global dan memacu semangat berprestasi, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Paser menggelar kegiatan sharing session inspirasi studi ke luar negeri. Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 6 November 2026 ini, diikuti oleh seluruh murid kelas X Angkatan 12 dengan menghadirkan Ustadzah Siti Sari Banon, salah satu guru MAN IC Paser yang merupakan penerima beasiswa studi di China.
Acara edukatif ini dipandu langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik. Sebelum memasuki sesi materi utama, Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd, M.Pd, hadir memberikan sambutan, arahan, sekaligus suntikan motivasi kepada para murid.
Dalam arahannya, Dr. Muhammad Nur menekankan pentingnya memiliki visi yang jauh ke depan dan keberanian untuk bermimpi menuntut ilmu hingga ke mancanegara. Beliau berpesan agar para murid mulai merancang target masa depan sejak awal masuk madrasah, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala persyaratan akademik maupun non-akademik.
"Jangan pernah membatasi mimpimu hanya di lingkup yang kecil. Dunia ini sangat luas dan kesempatan terbuka lebar bagi siapa saja yang mau bersungguh-sungguh. Mulailah merancang target sejak kalian duduk di kelas X ini. Buktikan bahwa murid madrasah tidak hanya jago mengaji dan berakhlak mulia, tetapi juga mampu bersaing merebut kursi di kampus-kampus top dunia!" pesan Dr. Muhammad Nur dengan penuh semangat di hadapan para murid.
Memasuki sesi inti, Ustadzah Siti Sari Banon membagikan pengalaman berharganya selama merintis jalan mendapatkan beasiswa hingga menjalani kehidupan pendidikan di China. Beliau mengupas tuntas berbagai informasi strategis, mulai dari gambaran sistem pendidikan dan budaya di luar negeri, tahapan pendaftaran, hingga tips dan trik jitu menembus seleksi beasiswa internasional.
Untuk membakar semangat para murid, Ustadzah Siti Sari Banon menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri terbuka bagi siapa saja yang mau berjuang.
"Mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah hal yang mustahil, dan bukan pula hak eksklusif bagi mereka yang merasa paling pintar saja. Beasiswa adalah milik mereka yang gigih, konsisten, dan berani mencoba. Perkuat kemampuan bahasa asing kalian, kumpulkan portofolio prestasi dari sekarang, dan jangan pernah takut gagal. Percayalah, menempuh pendidikan di luar negeri akan sangat mengubah cara pandang kalian terhadap dunia dan mendewasakan diri kalian," ungkap Ustadzah Siti memotivasi para murid.
Kegiatan sharing session ini secara khusus bertujuan untuk memperluas literasi dan pengetahuan murid mengenai peluang pendidikan di luar negeri. Lebih dari itu, forum ini dirancang untuk memacu para murid agar terus meningkatkan kapasitas diri, sehingga kelak memiliki portofolio unggulan saat melamar beasiswa internasional.
Melalui kisah inspiratif yang dibagikan langsung oleh gurunya sendiri, para murid kelas X Angkatan 12 tampak sangat antusias dan proaktif berdiskusi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen MAN IC Paser dalam memfasilitasi murid-muridnya agar tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing dan menjadi bagian dari masyarakat global. (mrm)
Acara edukatif ini dipandu langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik. Sebelum memasuki sesi materi utama, Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd, M.Pd, hadir memberikan sambutan, arahan, sekaligus suntikan motivasi kepada para murid.
Dalam arahannya, Dr. Muhammad Nur menekankan pentingnya memiliki visi yang jauh ke depan dan keberanian untuk bermimpi menuntut ilmu hingga ke mancanegara. Beliau berpesan agar para murid mulai merancang target masa depan sejak awal masuk madrasah, sehingga memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala persyaratan akademik maupun non-akademik.
"Jangan pernah membatasi mimpimu hanya di lingkup yang kecil. Dunia ini sangat luas dan kesempatan terbuka lebar bagi siapa saja yang mau bersungguh-sungguh. Mulailah merancang target sejak kalian duduk di kelas X ini. Buktikan bahwa murid madrasah tidak hanya jago mengaji dan berakhlak mulia, tetapi juga mampu bersaing merebut kursi di kampus-kampus top dunia!" pesan Dr. Muhammad Nur dengan penuh semangat di hadapan para murid.
Memasuki sesi inti, Ustadzah Siti Sari Banon membagikan pengalaman berharganya selama merintis jalan mendapatkan beasiswa hingga menjalani kehidupan pendidikan di China. Beliau mengupas tuntas berbagai informasi strategis, mulai dari gambaran sistem pendidikan dan budaya di luar negeri, tahapan pendaftaran, hingga tips dan trik jitu menembus seleksi beasiswa internasional.
Untuk membakar semangat para murid, Ustadzah Siti Sari Banon menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri terbuka bagi siapa saja yang mau berjuang.
"Mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah hal yang mustahil, dan bukan pula hak eksklusif bagi mereka yang merasa paling pintar saja. Beasiswa adalah milik mereka yang gigih, konsisten, dan berani mencoba. Perkuat kemampuan bahasa asing kalian, kumpulkan portofolio prestasi dari sekarang, dan jangan pernah takut gagal. Percayalah, menempuh pendidikan di luar negeri akan sangat mengubah cara pandang kalian terhadap dunia dan mendewasakan diri kalian," ungkap Ustadzah Siti memotivasi para murid.
Kegiatan sharing session ini secara khusus bertujuan untuk memperluas literasi dan pengetahuan murid mengenai peluang pendidikan di luar negeri. Lebih dari itu, forum ini dirancang untuk memacu para murid agar terus meningkatkan kapasitas diri, sehingga kelak memiliki portofolio unggulan saat melamar beasiswa internasional.
Melalui kisah inspiratif yang dibagikan langsung oleh gurunya sendiri, para murid kelas X Angkatan 12 tampak sangat antusias dan proaktif berdiskusi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen MAN IC Paser dalam memfasilitasi murid-muridnya agar tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing dan menjadi bagian dari masyarakat global. (mrm)