Malang (Madrasah) – Dalam upaya memperkuat sistem pembinaan kompetensi sains serta memperluas peluang studi lanjutan ke luar negeri bagi para murid, MAN Insan Cendekia (MAN IC) Paser melakukan kunjungan studi tiru ke salah satu madrasah unggulan nasional, MAN 2 Kota Malang, pada Jumat (18/9).
Kunjungan yang berlangsung hangat di Ruang Multimedia lantai 3 MAN 2 Kota Malang ini dipimpin langsung oleh Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd. Beliau didampingi oleh tim penjamin mutu dan pembimbing prestasi madrasah, di antaranya Ketua Litbang sekaligus Pembimbing Kebumian Rini Irmah, S.Pd., Pembimbing Fisika Deny Arista, S.Si., serta Pembimbing Geografi Khairil Anwar, S.Pd.
Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis madrasah untuk menyerap praktik baik (best practice) dalam pengelolaan program unggulan. "MAN 2 Kota Malang memiliki rekam jejak yang sangat luar biasa dalam mempertahankan tradisi juara sains dan mengantarkan muridnya ke kancah global. Kami hadir untuk belajar, mengadopsi, dan mengadaptasi sistem pembinaan tersebut agar dapat diimplementasikan di MAN IC Paser sesuai dengan karakter madrasah kami," ujarnya.
Fokus utama rombongan MAN IC Paser dalam studi tiru ini tertuju pada dua aspek krusial, yaitu manajemen pembinaan olimpiade dan mekanisme sukses studi lanjutan ke luar negeri.Terkait pembinaan prestasi, Koordinator Olimpiade MAN 2 Kota Malang, Gatra Orbita Digitalis, M.Pd., memaparkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada ekosistem yang konsisten. "Kuncinya adalah pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai potensi murid. Rangkaian kompetisi bukan sekadar mengejar piala, melainkan membangun budaya akademik," urainya di hadapan para pembimbing sains MAN IC Paser.
Selain bidang olimpiade, tim MAN IC Paser juga menggali informasi mendalam mengenai program bahasa dan kesiapan global melalui Ketua LDC (Language Development Center) MAN 2 Kota Malang, Ahmad Thohir Yoga, M.Pd., M.Ed. Kemampuan komunikasi internasional dipandang sebagai modal utama bagi siswa MAN IC Paser yang ditargetkan mampu bersaing meraih beasiswa di universitas-universitas top luar negeri.
Ketua Litbang MAN IC Paser, Rini Irmah, S.Pd., menambahkan bahwa hasil diskusi dari kunjungan ini akan langsung digodok bersama tim pembimbing sains madrasah. "Kami mendapatkan banyak sudut pandang baru, mulai dari pola karantina murid, penyusunan silabus target, hingga cara memotivasi mental petarung para murid di bidang kebumian, fisika, dan geografi," ungkapnya.
Melalui studi tiru ini, diharapkan hubungan kelembagaan antara MAN IC Paser dan MAN 2 Kota Malang dapat terus terjalin erat. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti komitmen kuat MAN IC Paser untuk terus bertransformasi menuju madrasah yang tidak hanya unggul di level regional, tetapi juga siap mendunia. (RI)
Kunjungan yang berlangsung hangat di Ruang Multimedia lantai 3 MAN 2 Kota Malang ini dipimpin langsung oleh Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd. Beliau didampingi oleh tim penjamin mutu dan pembimbing prestasi madrasah, di antaranya Ketua Litbang sekaligus Pembimbing Kebumian Rini Irmah, S.Pd., Pembimbing Fisika Deny Arista, S.Si., serta Pembimbing Geografi Khairil Anwar, S.Pd.
Kepala MAN IC Paser, Dr. H. Muhammad Nur, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis madrasah untuk menyerap praktik baik (best practice) dalam pengelolaan program unggulan. "MAN 2 Kota Malang memiliki rekam jejak yang sangat luar biasa dalam mempertahankan tradisi juara sains dan mengantarkan muridnya ke kancah global. Kami hadir untuk belajar, mengadopsi, dan mengadaptasi sistem pembinaan tersebut agar dapat diimplementasikan di MAN IC Paser sesuai dengan karakter madrasah kami," ujarnya.
Fokus utama rombongan MAN IC Paser dalam studi tiru ini tertuju pada dua aspek krusial, yaitu manajemen pembinaan olimpiade dan mekanisme sukses studi lanjutan ke luar negeri.Terkait pembinaan prestasi, Koordinator Olimpiade MAN 2 Kota Malang, Gatra Orbita Digitalis, M.Pd., memaparkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada ekosistem yang konsisten. "Kuncinya adalah pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan sesuai potensi murid. Rangkaian kompetisi bukan sekadar mengejar piala, melainkan membangun budaya akademik," urainya di hadapan para pembimbing sains MAN IC Paser.
Selain bidang olimpiade, tim MAN IC Paser juga menggali informasi mendalam mengenai program bahasa dan kesiapan global melalui Ketua LDC (Language Development Center) MAN 2 Kota Malang, Ahmad Thohir Yoga, M.Pd., M.Ed. Kemampuan komunikasi internasional dipandang sebagai modal utama bagi siswa MAN IC Paser yang ditargetkan mampu bersaing meraih beasiswa di universitas-universitas top luar negeri.
Ketua Litbang MAN IC Paser, Rini Irmah, S.Pd., menambahkan bahwa hasil diskusi dari kunjungan ini akan langsung digodok bersama tim pembimbing sains madrasah. "Kami mendapatkan banyak sudut pandang baru, mulai dari pola karantina murid, penyusunan silabus target, hingga cara memotivasi mental petarung para murid di bidang kebumian, fisika, dan geografi," ungkapnya.
Melalui studi tiru ini, diharapkan hubungan kelembagaan antara MAN IC Paser dan MAN 2 Kota Malang dapat terus terjalin erat. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti komitmen kuat MAN IC Paser untuk terus bertransformasi menuju madrasah yang tidak hanya unggul di level regional, tetapi juga siap mendunia. (RI)