Paser (Madrasah) - MAN Insan Cendekia Paser melaksanakan kegiatan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pada 2 Februari 2026 bertempat di Aula Gedung Pusat Layanan Terpadu Satu Pintu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan madrasah.
Kepala MAN Insan Cendekia Paser Muhammad Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama ini seluruh unsur madrasah telah bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun demikian, diperlukan sistem kerja yang lebih terukur dan terstandar agar seluruh proses dan kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Ia menegaskan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan pedoman penting bagi seluruh GTK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya SOP yang jelas dan terstruktur, diharapkan kualitas layanan pendidikan dapat meningkat, efisiensi kerja dapat terwujud, serta potensi terjadinya kesalahan dalam pelayanan dapat diminimalkan.
Lebih lanjut, Muhammad Nur berharap seluruh GTK dapat memahami dan melaksanakan SOP secara konsisten sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan visi dan misi MAN Insan Cendekia Paser.
Sementara itu, Ketua Tim Zona Integritas (ZI) MAN Insan Cendekia Paser, Joko Prastiyo, menyampaikan bahwa SOP yang telah disusun diharapkan tidak hanya dipahami secara administratif, tetapi juga dilaksanakan secara nyata dalam setiap layanan serta memperoleh umpan balik sebagai bahan evaluasi.
Disampaikan bahwa hingga tahun 2025, MAN Insan Cendekia Paser telah menyusun sebanyak 98 SOP layanan. Oleh karena itu, seluruh GTK diharapkan mengetahui dan memahami SOP layanan yang berlaku agar pelaksanaan pelayanan dapat berjalan secara seragam dan terstandar. SOP yang telah disosialisasikan diharapkan dapat diterima dan dilaksanakan, namun tetap terbuka untuk dilakukan evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 2 menyampaikan bahwa tujuan utama penyusunan SOP adalah sebagai garda terdepan dalam pelayanan. Salah satu fokus sosialisasi adalah SOP Petugas Jaga, dengan total delapan SOP yang disosialisasikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pelayanan dan pengamanan di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan MAN Insan Cendekia Paser memiliki pemahaman yang sama serta menjadikan SOP sebagai pedoman dalam menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. (myh)
Kepala MAN Insan Cendekia Paser Muhammad Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama ini seluruh unsur madrasah telah bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun demikian, diperlukan sistem kerja yang lebih terukur dan terstandar agar seluruh proses dan kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Ia menegaskan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan pedoman penting bagi seluruh GTK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya SOP yang jelas dan terstruktur, diharapkan kualitas layanan pendidikan dapat meningkat, efisiensi kerja dapat terwujud, serta potensi terjadinya kesalahan dalam pelayanan dapat diminimalkan.
Lebih lanjut, Muhammad Nur berharap seluruh GTK dapat memahami dan melaksanakan SOP secara konsisten sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan visi dan misi MAN Insan Cendekia Paser.
Sementara itu, Ketua Tim Zona Integritas (ZI) MAN Insan Cendekia Paser, Joko Prastiyo, menyampaikan bahwa SOP yang telah disusun diharapkan tidak hanya dipahami secara administratif, tetapi juga dilaksanakan secara nyata dalam setiap layanan serta memperoleh umpan balik sebagai bahan evaluasi.
Disampaikan bahwa hingga tahun 2025, MAN Insan Cendekia Paser telah menyusun sebanyak 98 SOP layanan. Oleh karena itu, seluruh GTK diharapkan mengetahui dan memahami SOP layanan yang berlaku agar pelaksanaan pelayanan dapat berjalan secara seragam dan terstandar. SOP yang telah disosialisasikan diharapkan dapat diterima dan dilaksanakan, namun tetap terbuka untuk dilakukan evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 2 menyampaikan bahwa tujuan utama penyusunan SOP adalah sebagai garda terdepan dalam pelayanan. Salah satu fokus sosialisasi adalah SOP Petugas Jaga, dengan total delapan SOP yang disosialisasikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pelayanan dan pengamanan di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan MAN Insan Cendekia Paser memiliki pemahaman yang sama serta menjadikan SOP sebagai pedoman dalam menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. (myh)