Paser (Madrasah) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser menggelar peringatan Milad ke-11 yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kampus MAN IC Paser, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Peringatan ini dilaksanakan di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN IC Paser (14/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk memperkuat pendidikan karakter murid melalui pemaknaan sejarah dan keteladanan para sahabat Nabi Muhammad SAW.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa momentum ganda ini harus dimaknai sebagai upaya menjaga konsistensi kualitas pendidikan berbasis keislaman dan keilmuan.
"Melalui peringatan Milad dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, kami tidak hanya melihat rekam jejak perjalanan madrasah, tetapi juga memperbarui komitmen untuk mencetak generasi yang unggul secara akademis dan kokoh secara spiritual," ujar Muhammad Nur dalam sambutannya.
Turut hadir memberikan arahan, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser, Syarifuddin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi MAN IC Paser yang dinilai mencetak prestasi sekaligus menjaga benteng akhlak para murid.
"Kementerian Agama terus berkomitmen mendukung tumbuh kembang institusi madrasah seperti MAN IC Paser. Kami berharap madrasah ini tidak hanya berfokus pada capaian sains dan sains teknologi semata, tetapi juga menjadi role model penguatan karakter, moderasi beragama, serta nilai-nilai keislaman di Kabupaten Paser," tutur Syarifuddin.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Kemenag, pihak sekolah, dan orang tua murid adalah kunci utama keberhasilan mencetak generasi muda yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar agamanya.
Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah Ust. Gus Abdul Jalil. Dalam taushiyahnya, Gus Abdul Jalil menyoroti pentingnya merefleksikan metode pendidikan generasi sahabat Nabi Muhammad SAW ke dalam sistem pembelajaran modern.
Menurut dia, suksesnya pendidikan masa kerasulan tidak lepas dari keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penanaman adab.
"Pendidikan yang ideal bukan sekadar menjejalkan pengetahuan, melainkan menanamkan adab dan keimanan yang terpancar dalam tindakan sehari-hari—sebagaimana para sahabat meneladani setiap gerak-gerik Rasulullah SAW," kata Gus Abdul Jalil.
Ia menerangkan, figur para sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga Ali bin Abi Thalib memberikan cerminan nyata tentang pentingnya kejujuran, integritas, serta keberanian dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk membentengi para siswa di tengah tantangan era digital saat ini.
Rangkaian peringatan Milad dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan civitas akademika MAN IC Paser serta kemajuan pendidikan di Kabupaten Paser.(mu)
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk memperkuat pendidikan karakter murid melalui pemaknaan sejarah dan keteladanan para sahabat Nabi Muhammad SAW.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa momentum ganda ini harus dimaknai sebagai upaya menjaga konsistensi kualitas pendidikan berbasis keislaman dan keilmuan.
"Melalui peringatan Milad dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, kami tidak hanya melihat rekam jejak perjalanan madrasah, tetapi juga memperbarui komitmen untuk mencetak generasi yang unggul secara akademis dan kokoh secara spiritual," ujar Muhammad Nur dalam sambutannya.
Turut hadir memberikan arahan, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser, Syarifuddin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kontribusi MAN IC Paser yang dinilai mencetak prestasi sekaligus menjaga benteng akhlak para murid.
"Kementerian Agama terus berkomitmen mendukung tumbuh kembang institusi madrasah seperti MAN IC Paser. Kami berharap madrasah ini tidak hanya berfokus pada capaian sains dan sains teknologi semata, tetapi juga menjadi role model penguatan karakter, moderasi beragama, serta nilai-nilai keislaman di Kabupaten Paser," tutur Syarifuddin.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Kemenag, pihak sekolah, dan orang tua murid adalah kunci utama keberhasilan mencetak generasi muda yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar agamanya.
Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah Ust. Gus Abdul Jalil. Dalam taushiyahnya, Gus Abdul Jalil menyoroti pentingnya merefleksikan metode pendidikan generasi sahabat Nabi Muhammad SAW ke dalam sistem pembelajaran modern.
Menurut dia, suksesnya pendidikan masa kerasulan tidak lepas dari keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penanaman adab.
"Pendidikan yang ideal bukan sekadar menjejalkan pengetahuan, melainkan menanamkan adab dan keimanan yang terpancar dalam tindakan sehari-hari—sebagaimana para sahabat meneladani setiap gerak-gerik Rasulullah SAW," kata Gus Abdul Jalil.
Ia menerangkan, figur para sahabat seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga Ali bin Abi Thalib memberikan cerminan nyata tentang pentingnya kejujuran, integritas, serta keberanian dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk membentengi para siswa di tengah tantangan era digital saat ini.
Rangkaian peringatan Milad dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan civitas akademika MAN IC Paser serta kemajuan pendidikan di Kabupaten Paser.(mu)