Murid & Guru MAN IC Paser Melaju ke Grand Final Gusi Bersi 5.0 Alef Education 2026.

By. Admin Humas in Prestasi

Card image cap
Paser (Madrasah) – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika MAN Insan Cendekia Paser dalam kancah nasional. Salah satu murid dan guru terbaiknya, Nadya Zahwa Untoro dan Nor Annisa, S.Pd., berhasil terpilih sebagai salah satu Grand Finalis dalam ajang bergengsi Kompetisi Alef Gusi Bersi 5.0 tingkat Nasional tahun 2026. Keberhasilan ini diraih setelah melalui rangkaian seleksi ketat sejak awal Maret hingga puncaknya pada babak final yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 07 Mei 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Alef Education ini diikuti oleh sekitar 6.600 peserta beserta guru pendamping dari berbagai madrasah di seluruh Indonesia. Keberhasilan Nadya melaju ke tahap Grand Final tidak lepas dari bimbingan intensif para guru pendamping, yakni Miss Nor Annisa, S.Pd., Miss Nur Nabilah Fauziyah, S.S., M.Hum., dan Ms. Zakkiya Kholida, S.S. Kehadiran para pendidik tersebut menjadi pilar utama dalam mendukung kesiapan akademik dan mental murid selama kompetisi berlangsung.

Mengusung tema “Unlocking Potential, Crafting Champions”, kompetisi Gusi Bersi 5.0 bertujuan mengasah kemampuan literasi digital serta kompetensi akademik melalui pemanfaatan platform teknologi Alef Education. Proses kompetisi berlangsung secara kompetitif dengan berbagai tahapan mulai dari sosialisasi, technical meeting, hingga babak penyisihan yang menyaring ribuan peserta dan menyisakan para finalis terbaik di tingkat nasional.

Kepala MAN Insan Cendekia Paser, Dr. H. Muhammad Nur S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih delegasi MAN IC Paser tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa budaya belajar yang kuat dan kolaborasi antara guru serta murid mampu melahirkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

“Keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolos ke Grand Final, tetapi tentang bagaimana murid dan guru MAN IC Paser mampu menunjukkan budaya belajar yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional. Saya mengapresiasi kerja keras Nadya dan seluruh tim pendamping yang telah membawa nama baik madrasah. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk terus berani bermimpi, berproses, dan menciptakan prestasi di era digital,” ungkapnya.

Lolosnya delegasi MAN IC Paser ke tahap Grand Final membuktikan bahwa kolaborasi antara guru dan murid di lingkungan madrasah mampu menghasilkan prestasi unggul di era digital. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan semangat belajar serta adaptasi teknologi bagi seluruh peserta didik di Indonesia. Kini, Nadya beserta tim pendamping tengah bersiap memberikan performa terbaik pada puncak acara mendatang. (NA)

Kembali