Paser (Madrasah) – Dalam rangka menghadapi ajang Pemilihan Duta Sadar Hukum tingkat pelajar, peserta dari MAN Insan Cendekia Paser terus melakukan berbagai persiapan secara intensif. Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan peserta dalam bidang wawasan hukum, komunikasi publik, serta kreativitas dalam mengampanyekan kesadaran hukum kepada masyarakat.
Sebagai salah satu tahapan penting dalam perlombaan, para peserta terlebih dahulu menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang mengangkat berbagai isu hukum yang dekat dengan kehidupan remaja. Pada ajang tahun ini, MAN Insan Cendekia Paser mengirimkan tiga tim dengan tema karya tulis yang berbeda. Salah satu tim, yaitu Narscape, mengangkat tema mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Tema tersebut dipilih karena penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan pelajar dan generasi muda. Dalam karya tulisnya, Tim Narscape mengkaji berbagai aspek terkait narkotika, mulai dari pengertian, dasar hukum, jenis-jenis narkotika, faktor penyebab penyalahgunaan, hingga dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial remaja. Selain itu, tim juga menyoroti pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan sejak dini.
Sebagai solusi inovatif, Tim Narscape menghadirkan program "The Narscape” (Narcotics Escape), sebuah media edukasi berbasis edutainment yang menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan secara lebih efektif.
Untuk memperkuat data dan kajian yang disusun, peserta juga melakukan wawancara langsung dengan pihak kepolisian. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Paser, AKP Suradi, S.H., M.M., yang memberikan informasi mengenai kondisi penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Paser serta berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Suradi menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba. Para pelajar juga diimbau untuk lebih selektif dalam memilih pergaulan serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitarnya.
Selain penyusunan karya tulis, peserta juga mempersiapkan video perkenalan diri sebagai bagian dari tahapan seleksi lomba. Video tersebut dikemas secara kreatif dan edukatif dengan menampilkan profil peserta, motivasi mengikuti ajang Duta Sadar Hukum, serta kampanye mengenai pentingnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Melalui video tersebut, peserta turut menyampaikan berbagai pesan positif, seperti pentingnya menjauhi narkoba, bijak dalam menggunakan media sosial, menghormati aturan yang berlaku, serta menjadi pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Ajang Duta Sadar Hukum menjadi wadah bagi pelajar untuk meningkatkan pemahaman hukum sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan komunikasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menaati hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, peserta MAN Insan Cendekia Paser optimis dapat memberikan penampilan terbaik dalam perlombaan serta membawa semangat baru dalam mengampanyekan budaya sadar hukum di kalangan pelajar dan masyarakat luas. Besar harapan agar usaha dan kerja keras yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik serta mengharumkan nama madrasah pada ajang Duta Sadar Hukum tahun ini. *(SYn)*
Sebagai salah satu tahapan penting dalam perlombaan, para peserta terlebih dahulu menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang mengangkat berbagai isu hukum yang dekat dengan kehidupan remaja. Pada ajang tahun ini, MAN Insan Cendekia Paser mengirimkan tiga tim dengan tema karya tulis yang berbeda. Salah satu tim, yaitu Narscape, mengangkat tema mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Tema tersebut dipilih karena penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan pelajar dan generasi muda. Dalam karya tulisnya, Tim Narscape mengkaji berbagai aspek terkait narkotika, mulai dari pengertian, dasar hukum, jenis-jenis narkotika, faktor penyebab penyalahgunaan, hingga dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial remaja. Selain itu, tim juga menyoroti pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan sejak dini.
Sebagai solusi inovatif, Tim Narscape menghadirkan program "The Narscape” (Narcotics Escape), sebuah media edukasi berbasis edutainment yang menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan secara lebih efektif.
Untuk memperkuat data dan kajian yang disusun, peserta juga melakukan wawancara langsung dengan pihak kepolisian. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Paser, AKP Suradi, S.H., M.M., yang memberikan informasi mengenai kondisi penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Paser serta berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Suradi menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba. Para pelajar juga diimbau untuk lebih selektif dalam memilih pergaulan serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitarnya.
Selain penyusunan karya tulis, peserta juga mempersiapkan video perkenalan diri sebagai bagian dari tahapan seleksi lomba. Video tersebut dikemas secara kreatif dan edukatif dengan menampilkan profil peserta, motivasi mengikuti ajang Duta Sadar Hukum, serta kampanye mengenai pentingnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Melalui video tersebut, peserta turut menyampaikan berbagai pesan positif, seperti pentingnya menjauhi narkoba, bijak dalam menggunakan media sosial, menghormati aturan yang berlaku, serta menjadi pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Ajang Duta Sadar Hukum menjadi wadah bagi pelajar untuk meningkatkan pemahaman hukum sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan komunikasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menaati hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, peserta MAN Insan Cendekia Paser optimis dapat memberikan penampilan terbaik dalam perlombaan serta membawa semangat baru dalam mengampanyekan budaya sadar hukum di kalangan pelajar dan masyarakat luas. Besar harapan agar usaha dan kerja keras yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik serta mengharumkan nama madrasah pada ajang Duta Sadar Hukum tahun ini. *(SYn)*