Paser (Madrasah) – MAN Insan Cendekia Paser terus mendorong pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) sekaligus membuka wawasan global melalui kegiatan Diseminasi Hasil Short Course in China dan Tips Meraih Beasiswa Studi di China, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 WITA tersebut menghadirkan Siti Sari Banon, Guru MAN IC Paser sekaligus peserta Program Magister (S2)
Comparative Education di Zhejiang Normal University, Republik Rakyat Tiongkok, sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, Siti Sari Banon membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya selama mengikuti Short Course di China, sekaligus memberikan informasi dan strategi bagi GTK yang ingin melanjutkan studi melalui program beasiswa ke China.
Materi diseminasi mencakup berbagai pengalaman akademik, antara lain modernisasi pendidikan tinggi di China, classroom management dan student psychology, reformasi serta pengembangan sistem pendidikan China, hingga evaluasi dan monitoring pembelajaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai peluang dan tips mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa studi di China.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan bagi GTK MAN IC Paser.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan dukungannya terhadap upaya madrasah dalam memberikan ruang bagi GTK maupun murid untuk berkembang dan memiliki pengalaman di tingkat internasional.
“Kami sangat mendukung GTK dan murid MAN IC Paser untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan berani mengambil peluang hingga ke tingkat internasional. Harapannya, semakin banyak GTK dan murid yang memiliki pengalaman mendunia dan kemudian membawa pengalaman tersebut untuk kemajuan madrasah,” ujar M. Nur.
Menurutnya, pengalaman internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan inovasi bagi lingkungan madrasah.
“Prinsipnya, kesempatan untuk mendunia harus dibuka seluas-luasnya. Ketika GTK dan murid mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri, pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan kembali sehingga memberikan dampak positif bagi seluruh warga madrasah,” lanjutnya.
Melalui kegiatan diseminasi ini, MAN IC Paser berharap budaya belajar dan pengembangan diri di kalangan GTK semakin kuat. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi profesional, kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata madrasah dalam membangun jejaring, wawasan global, serta kesiapan menghadapi peluang pendidikan internasional.
MAN IC Paser terus berkomitmen mencetak generasi yang berprestasi, mandiri, Islami, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (nan)
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 WITA tersebut menghadirkan Siti Sari Banon, Guru MAN IC Paser sekaligus peserta Program Magister (S2)
Comparative Education di Zhejiang Normal University, Republik Rakyat Tiongkok, sebagai narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, Siti Sari Banon membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya selama mengikuti Short Course di China, sekaligus memberikan informasi dan strategi bagi GTK yang ingin melanjutkan studi melalui program beasiswa ke China.
Materi diseminasi mencakup berbagai pengalaman akademik, antara lain modernisasi pendidikan tinggi di China, classroom management dan student psychology, reformasi serta pengembangan sistem pendidikan China, hingga evaluasi dan monitoring pembelajaran. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai peluang dan tips mempersiapkan diri untuk meraih beasiswa studi di China.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan bagi GTK MAN IC Paser.
Kepala MAN IC Paser, Muhammad Nur, menyampaikan dukungannya terhadap upaya madrasah dalam memberikan ruang bagi GTK maupun murid untuk berkembang dan memiliki pengalaman di tingkat internasional.
“Kami sangat mendukung GTK dan murid MAN IC Paser untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan berani mengambil peluang hingga ke tingkat internasional. Harapannya, semakin banyak GTK dan murid yang memiliki pengalaman mendunia dan kemudian membawa pengalaman tersebut untuk kemajuan madrasah,” ujar M. Nur.
Menurutnya, pengalaman internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan inovasi bagi lingkungan madrasah.
“Prinsipnya, kesempatan untuk mendunia harus dibuka seluas-luasnya. Ketika GTK dan murid mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri, pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan kembali sehingga memberikan dampak positif bagi seluruh warga madrasah,” lanjutnya.
Melalui kegiatan diseminasi ini, MAN IC Paser berharap budaya belajar dan pengembangan diri di kalangan GTK semakin kuat. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi profesional, kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata madrasah dalam membangun jejaring, wawasan global, serta kesiapan menghadapi peluang pendidikan internasional.
MAN IC Paser terus berkomitmen mencetak generasi yang berprestasi, mandiri, Islami, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (nan)