Limus Asah bakat Siswa MAN Insan Cendikia Paser Lewat Musik

By. Admin EPerpust in Prestasi

Card image cap
Selama ini, perpustakaan sekolah dikenal sebagai tempat yang sunyi, di mana siswa fokus membaca atau mengerjakan tugas. Namun, pemandangan berbeda terlihat di perpustakaan Ulul Albab MAN Insan Cendekia Paser. Dengan semangat untuk mendorong literasi musik, perpustakaan kini bertransformasi menjadi ruang yang lebih dinamis dan interaktif. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas hiburan bagi siswa untuk mengisi waktu luang, seperti berkaraoke.

Terdengar suara merdu siswa dari salah satu sudut perpustakaan Ulul Albab mAN Insan Cendekia Paser. Bukannya ditegur, mereka justru mendapat dukungan. "Kami ingin mengubah pandangan bahwa perpustakaan adalah tempat yang kaku. "Musik adalah bagian penting dari kehidupan, dan kami percaya mengenalkan literasi musik bisa menjadi cara yang efektif untuk membuat siswa lebih rileks dan kreatif."

Fasilitas karaoke sederhana ini sengaja disiapkan di area khusus. Tujuannya agar siswa bisa menyalurkan hobi bermusik tanpa mengganggu siswa lain yang sedang belajar. Ide ini disambut antusias oleh para siswa. Dengan berkaraoke di sini, siswa bisa refleksing sejenak dan kembali segar. Ini jadi hiburan yang menyenangkan saat jam istirahat atau waktu tidak ada pembelajaran."

Inisiatif ini tak hanya sekadar hiburan. Pihak madrasah juga berharap aktivitas ini dapat membantu siswa memahami berbagai genre musik, lirik, serta sejarah di baliknya. "Ini adalah bentuk literasi musik yang kami terapkan. "Siswa tidak hanya menyanyikan lagu, tetapi juga diajak untuk mengenal penciptanya, latar belakang lagu tersebut, dan belajar menggunakan alat musik dasar yang kami sediakan."

Lebih lanjut, program ini direncanakan akan terus dikembangkan. Dengan demikian, perpustakaan tak lagi hanya menjadi gudang buku, melainkan juga pusat kreativitas dan ekspresi diri bagi seluruh warga MAN Insan Cendekia Paser.
Kembali