Paser (Madrasah) - Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula MAN Paser Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini. Tiga orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser resmi diambil sumpah dan dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen.
Tiga aparatur sipil negara yang dilantik tersebut adalah Chairil Afif, Dimas Hadiarto, dan Hadianti Adelia. Pelantikan ini menandai akhir dari masa percobaan mereka selama satu tahun, sekaligus menjadi awal pengabdian penuh sebagai abdi negara di lembaga pendidikan kedirgantaraan Islam unggulan tersebut.
Ungkapan rasa syukur dan optimisme pun datang dari tenaga pendidik. Chairil Afif, selaku guru sosiologi di madrasah tersebut, menyampaikan pandangannya mengenai momentum penting ini. Ia menekankan bahwa transformasi status kepegawaian ini membawa energi positif bagi dinamika lingkungan sekolah.
"Status PNS 100 persen ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari amanah besar. Kami berharap momentum ini menjadi pemicu semangat baru bagi rekan-rekan untuk terus membawa inovasi, khususnya dalam memperkuat adaptasi digital dan karakter sosial generasi muda di MAN IC Paser," ujarnya.
Prosesi pelantikan yang berlangsung dengan khidmat ini berjalan dengan lancar. Ketiga PNS baru tersebut tampak mantap mengucapkan sumpah jabatan di bawah kitab suci, berjanji untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan definitifnya status kepegawaian ketiga pegawai ini, keluarga besar MAN IC Paser optimis dapat terus mempertahankan mutu pendidikan berkualitas tinggi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu madrasah terbaik. Kebahagiaan hari itu pun ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat dari segenap rekan sejawat yang hadir. (FIF)
Tiga aparatur sipil negara yang dilantik tersebut adalah Chairil Afif, Dimas Hadiarto, dan Hadianti Adelia. Pelantikan ini menandai akhir dari masa percobaan mereka selama satu tahun, sekaligus menjadi awal pengabdian penuh sebagai abdi negara di lembaga pendidikan kedirgantaraan Islam unggulan tersebut.
Ungkapan rasa syukur dan optimisme pun datang dari tenaga pendidik. Chairil Afif, selaku guru sosiologi di madrasah tersebut, menyampaikan pandangannya mengenai momentum penting ini. Ia menekankan bahwa transformasi status kepegawaian ini membawa energi positif bagi dinamika lingkungan sekolah.
"Status PNS 100 persen ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari amanah besar. Kami berharap momentum ini menjadi pemicu semangat baru bagi rekan-rekan untuk terus membawa inovasi, khususnya dalam memperkuat adaptasi digital dan karakter sosial generasi muda di MAN IC Paser," ujarnya.
Prosesi pelantikan yang berlangsung dengan khidmat ini berjalan dengan lancar. Ketiga PNS baru tersebut tampak mantap mengucapkan sumpah jabatan di bawah kitab suci, berjanji untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan definitifnya status kepegawaian ketiga pegawai ini, keluarga besar MAN IC Paser optimis dapat terus mempertahankan mutu pendidikan berkualitas tinggi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu madrasah terbaik. Kebahagiaan hari itu pun ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat dari segenap rekan sejawat yang hadir. (FIF)